Ada yang masih ingat makhluk apakah P2P Lending itu? Mungkin tidak banyak yang bisa menjelaskannya, atau bahkan hanya mengetahuinya. Namun, apabila disebut salah satu contohnya seperti e-Fishery, orang baru akan paham. Oh, yang penipuan investasi itu, ya?
Ketika diminta bicara kegagalan, aku mengingat banyak kegagalan di hidupku. Tentu ada banyak sekali. Tapi yang paling besar? Salah satunya adalah kegagalan finansial ketika aku mengikuti P2P Lending, tetapi bukan e-Fishery, melainkan Tanifund. Ada yang tahu tentang Tanifund?
Sederhananya, ini adalah mekanisme kita menanam uang/berinvestasi kepada petani. Tanifund adalah hub yang menghubungkan investor dengan petani yang konon katanya sudah diseleksi, dinilai, dibina, dan investasi ini pun sudah dicap asuransi. Risiko bisnis pertanian besar. Makanya perbankan agaknya sangat pilih-pilih kalau ada petani yang mengajukan kredit bilamana tidak ada asuransi pertanian yang terlibat. Nah, karena risiko yang besar, imbal hasilnya juga besar dong, 12-18%. Wow banget, di atas suku bunga deposito atau reksa dana.
Ada beberapa alasan lain yang membuatku kemudian berani menginvestasikan hampir semua portofolioku di Tanifund. Pertama, Tanifund pernah mendapat penghargaan sebagai pemenang start up terbaik Finspire 2017. Kedua, co-foundernya adalah teman seangkatan saat berkuliah di Matematika ITB dan dia sangat aktif berpromosi di grup angkatan kami. Ketiga, penyajian informasinya kece. Secara brand, Tanifund (bersama Tanihub) sangat naik daun di awal masa Covid-19. Berita positif silih berganti datang dengan hadirnya investor besar yang menyuntikkan dana ke perusahaan start up ini. Plus, hadirnya asuransi tadi, yang dalam konten-kontennya, jika terjadi gagal panen, akan ada penggantian 80% dari nilai yang sudah disalurkan.
Bagi hasilnya yang lumayan turut membuatku tak ragu merekomendasikan Tanifund ke teman-temanku. Apalagi kemudian aku diminta menjadi spoke person perwakilan orang-orang yang menanamkan uangnya ke proyek Tanifund. Aku ikut bicara di acara ulang tahun mereka secara online, dan kutipan ucapanku masuk ke dalam konten di web dan Instagram. Sampai sekarang belum dihapus juga. Heh.
Proyek Gagal Pertama Itu Datang
Aku lupa persisnya, 2 atau 3 bulan setelah itu, kabar gagal untuk pertama kalinya datang. Aku ingat bahwa proyek itu adalah tentang budidaya kambing. P2P lending yang sebelumnya berkinerja dengan baik kini menjadi tidak memuaskan. Hal itu ditunjukkan dengan turunnya TKB90 dari semula (sebelum triwulan IV 2021) masih 100% dan kini (saat tulisan ini dibuat) hanya menjadi 93,20%. Buat yang belum tahu TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara fintech-peer-to-peer (P2P) lending dalam menfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai dengan 90 hari terhitung sejak jatuh tempo. Sederhananya, Tanifund tidak bisa membayar setelah 90 hari dari tanggal jatuh tempo itu. Alias gagal bayar.
Perasaanku sudah sangat tidak enak saat itu. Pasti ada sesuatu. Logika dasarnya, apa iya budidaya kambing bisa gagal 100%. Semuanya gagal tumbuh, semuanya mati, atau semuanya tidak laku? Seharusnya ada laporan yang memadai sehingga secara proporsional segalanya bisa diperhitungkan. Namun, tidak ada sama sekali. Lebih ajaibnya lagi, ketika sudah lewat 90 hari, asuransi yang cair hanya 30%.
Saat itu juga langsung kulihat lagi semua list proyek yang kuikuti dan berharap dengan sangat semuanya dapat kembali dengan lancar. Beberapa bernilai sangat besar dan jatuh temponya masih sangat lama. Sungguh mengkhawatirkan. Pada akhirnya, sekitar 25% portofolioku “nyangkut” dengan segala ketidakjelasannya. Hasil dari penelusuran wartawan Deal Street Asia yang waktu itu ikut mewawancaraiku, mengatakan, “Mas, kayaknya ada fraud di dalam manajemen Tanifund. Ini masih kita dalami.”
Seketika hatiku mencelos. Pengaduan para investor ke OJK pada saat itu kayak membentuk tembok normatif. Gitu-gitu aja jawabnya dan cenderung tidak memihak kami. Makanya tidak heran kalau ribut-ribut saham oleh MSCI saat ini, tanggapannya ya begitu-gitu saja. Sudah ketakar.
Untuk menghibur hatiku, sering kuucapkan bahwa untunglah masih ada 75% porto yang terselamatkan. Banyak orang yang uangnya hilang miliaran. Bahkan sampai kini masih berjuang dengan status Tanifund yang sudah dilikuidasi. Kiranya bakal ada tim yang menagih ke pihak-pihak terutang. Ternyata terakhir kudengar mereka disuruh menyiapkan sendiri tim penagihnya. Alamakjang!
Setelah kegagalan itu, aku belajar main saham. Dan alhamdulillah sekarang aku pun masuk ke dalam tim sangkut. Sepertinya memang aku tidak berbakat invest-invest begini. Hufft.
Salah satu keunggulan utama rambutan188 adalah banyaknya variasi permainan game yang ditawarkan. Dengan ratusan pilihan permainan game dari berbagai penyedia permainan terkemuka, kami memastikan setiap pemain dapat menemukan permainan yang sesuai dengan seleranya. Dari permainan klasik hingga permainan game dengan grafis dan fitur canggih, semuanya tersedia dalam satu platform rambutan188. Selain itu, kami secara berkala menambahkan permainan game terbaru dengan bekerja sama dengan penyedia baru untuk menjaga kualitas situs permainan agar para pemain tetap terhibur. Kami juga memastikan bahwa setiap permainan yang dimainkannya memiliki mekanisme yang adil dan transparan, sehingga memberikan setiap pemain rambutan188 yang memainkan peluang menang yang seimbang.