70 Praktisi Perunggasan Sumsel Berkumpul: Saatnya Peternakan Naik Kelas

Sekitar 70 praktisi perunggasan Sumatera Selatan berkumpul di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan. Pertemuan ini bukan sekadar agenda koordinasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun perunggasan Sumatera Selatan yang sehat, profesional, produktif dan berdaya saing.
Kegiatan Penguatan Animal Health Technical Service (AHTS) tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Ruzuan Efendi, MM, dan menghadirkan narasumber Dr. drh. Jafrizal, MM, selaku Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Provinsi Sumatera Selatan. Pertemuan ini melibatkan TS, AHTS dan dokter hewan penanggung jawab farm.
Dalam sambutannya, Kepala DKPP Sumsel menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk menghadirkan produk peternakan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Pesan tersebut menjadi sangat relevan karena perunggasan tidak hanya berbicara tentang produksi ayam dan telur. Di balik setiap produk yang dikonsumsi masyarakat terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan ternak sehat, proses produksi dilakukan dengan baik dan produk yang dihasilkan memenuhi prinsip keamanan pangan.
Dari Kesehatan Hewan Menuju Keamanan Pangan
Pertemuan ini mengangkat penguatan AHTS untuk mendukung penerapan Good Veterinary Practice (GVP) dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) di Sumatera Selatan. Tujuannya adalah meningkatkan profesionalisme layanan kesehatan hewan sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan hewan untuk mendukung penyediaan pangan asal hewan yang ASUH.

Di tingkat farm, persoalan kesehatan hewan tidak dapat dipisahkan dari biosekuriti, pencatatan (recording), penggunaan obat hewan dan kemampuan mendeteksi penyakit sejak dini.
Karena itu, dokter hewan penanggung jawab farm memiliki posisi strategis.
Dokter hewan tidak semestinya hanya hadir ketika ternak sudah sakit. Lebih dari itu, dokter hewan harus menjadi bagian dari sistem pencegahan, pengendalian dan pengawasan kesehatan ternak.
Jangan menunggu ayam sakit baru dokter hewan datang. Dokter hewan harus hadir sejak penyakit belum terjadi.
AHTS: Jembatan antara Ilmu dan Praktik
Salah satu gagasan penting dalam pertemuan ini adalah membangun jejaring AHTS Sumatera Selatan sebagai wadah pelayanan dan pendampingan teknis bagi pelaku usaha peternakan.
Jejaring tersebut dapat mempertemukan berbagai tenaga profesional berdasarkan kompetensi dan kewenangannya, mulai dari dokter hewan, sarjana peternakan, konsultan, technical support hingga laboratorium.

Inilah kolaborasi yang dibutuhkan peternakan modern.
Pemerintah hadir sebagai regulator dan otoritas veteriner. Dokter hewan menjalankan fungsi profesional. AHTS dan technical service memberikan dukungan teknis. Laboratorium memberikan pembuktian ilmiah. Sementara peternak menjadi pelaku utama penerapan standar di lapangan.
Semua harus bergerak dalam satu ekosistem.
GVP dan NKV Bukan Sekadar Persyaratan
GVP dan NKV tidak boleh dipahami hanya sebagai persyaratan administratif.
Keduanya harus menjadi bagian dari budaya kerja peternakan.
Farm perlu didorong melakukan self-assessment dan gap analysis untuk mengetahui kekurangan dalam memenuhi persyaratan GVP dan NKV. Setelah sertifikat diperoleh, penerapan standar juga harus terus dijaga melalui monitoring pascasertifikasi.

Notula Koordinasi TS(1).pdf
Dengan demikian, sertifikat NKV bukanlah akhir perjalanan.
Sertifikasi adalah awal dari sebuah komitmen.
Komitmen untuk mempertahankan standar, memperbaiki kekurangan dan memastikan produk peternakan tetap aman sampai ke tangan konsumen.
Bijak Menggunakan Antibiotik
Isu penggunaan obat hewan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Penggunaan antibiotik harus dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab. Karena itu, diperlukan sinergi antara pengawas obat hewan pemerintah dan pengawas dari asosiasi terkait untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

Sebab, kesehatan ternak dan keamanan pangan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Peternakan sehat bukan berarti bebas obat, tetapi obat digunakan secara tepat, bijak dan bertanggung jawab.
Laboratorium Memperkuat Bukti Ilmiah
Penguatan layanan kesehatan hewan juga membutuhkan dukungan laboratorium.
Apa yang ditemukan di lapangan perlu diperkuat dengan pemeriksaan ilmiah. Karena itu, pengenalan UPTD Laboratorium menjadi bagian dari pertemuan ini.
Dalam pembahasan juga disinggung pengujian telur, termasuk pemeriksaan Salmonella, dengan sampel sebanyak 10 butir telur untuk pengujian laboratorium. �

Notula Koordinasi TS(1).pdf
Dengan demikian, sistem kesehatan hewan dan keamanan pangan dibangun dari hulu hingga hilir:
Farm → Dokter Hewan → AHTS/Technical Service → Laboratorium → Otoritas Veteriner → Konsumen.
Membangun Kepercayaan terhadap Produk Sumsel
Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut bermuara pada satu hal: kepercayaan masyarakat.
Masyarakat ingin mengonsumsi telur dan daging ayam yang aman. Peternak membutuhkan pasar yang percaya terhadap produknya. Dunia usaha membutuhkan kepastian standar. Pemerintah berkepentingan memastikan masyarakat mendapatkan pangan asal hewan yang memenuhi prinsip ASUH.
Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting.
Pertemuan ini juga mendorong kolaborasi antara tenaga profesional, pelaku usaha, organisasi profesi dan otoritas veteriner dalam mendukung kesehatan hewan. Penguatan AHTS diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak, penerapan GVP, pemenuhan standar NKV serta memperluas akses dan daya saing produk peternakan.

70 Orang, Satu Semangat
Hari ini, sekitar 70 praktisi perunggasan duduk bersama.
Mereka mungkin datang dari latar belakang, pengalaman dan kepentingan yang berbeda. Namun ada satu kepentingan yang mempertemukan semuanya:
Bagaimana menghadirkan peternakan Sumatera Selatan yang lebih sehat, profesional dan dipercaya.
Sebab masa depan perunggasan Sumsel tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak ayam yang dipelihara dan berapa banyak telur yang dihasilkan, tetapi juga oleh seberapa baik kita menjaga kesehatan ternak, menerapkan standar, mengendalikan penggunaan obat, memastikan keamanan produk dan membangun kepercayaan konsumen.
Pertemuan hari ini bisa menjadi awal dari gerakan yang lebih besar.
Dari kandang kita menjaga kesehatan.
Dari dokter hewan kita memastikan standar.
Dari laboratorium kita mendapatkan kepastian.
Dari pemerintah kita membangun tata kelola.
Dan dari sinergi semuanya, kita menghadirkan pangan asal hewan yang ASUH.
Ternak sehat. Peternak kuat. Produk aman. Konsumen percaya. Perunggasan Sumatera Selatan naik kelas.

CERI188 – Daily Wins Mega Gacor merupakan situs permainan terbesar di Indonesia yang menawarkan pengalaman bermain yang tiada duanya. Beragam permainan game, antarmuka pengguna yang ramah, navigasi yang lancar, serta langkah keselamatan dan keamanan tingkat tinggi menjadikan CERI188 – Daily Wins Mega Gacor.pilihan terbaik bagi para penggemar permainan online.Salah satu fitur menonjol  CERI188 – Daily Wins Mega Gacor adalah banyaknya pilihan permainan game. Pemain dapat memilih dari ratusan pilihan permainan dengan tema berbeda sesuai selera. Selain itu, antarmuka pengguna situs permainan ini dirancang agar mudah digunakan dan sangat lancar dinavigasi.

Tinggalkan Balasan