Healing atau Menguras Tabungan? Ketika Self-Reward Diam-Diam Membebani Keuangan Gen Z
“Capek banget hari ini. Healing dulu, deh.”
Kalimat seperti itu rasanya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setelah seharian bekerja, mengerjakan tugas kuliah, menghadapi kemacetan, atau sekadar menjalani hari yang terasa berat, membeli sesuatu untuk diri sendiri sering dianggap sebagai bentuk penghargaan.
Tidak perlu sesuatu yang mahal. Kadang cukup dengan membeli kopi favorit, makan di tempat yang sedang ramai di TikTok, membeli skincare yang sudah lama masuk keranjang, atau checkout barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
“Aku sudah kerja keras, masa nggak boleh kasih hadiah buat diri sendiri?”
Kalimat itu memang sulit dibantah. Kita semua berhak menikmati hasil kerja keras. Masalahnya, tanpa disadari, kebiasaan yang awalnya hanya sesekali bisa berubah menjadi alasan untuk terus mengeluarkan uang.
Di sinilah saya mulai bertanya, apakah ini benar-benar bentuk penghargaan untuk diri sendiri, atau sebenarnya hanya alasan untuk belanja?
Sedikit-Sedikit Self-Reward
Self-reward sebenarnya bukan sesuatu yang buruk. Memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah berhasil mencapai sesuatu justru bisa menjadi hal positif. Kita merasa usaha kita dihargai dan punya motivasi untuk menjalani aktivitas berikutnya.
Namun, persoalannya muncul ketika hampir setiap keadaan dijadikan alasan untuk membeli sesuatu.
Lelah kerja, beli makanan.
Stres kuliah, checkout barang.
Sedih karena masalah pribadi, pesan makanan favorit.
Gajian, belanja.
Dapat uang tambahan, belanja lagi.
Bahkan ketika tidak sedang mengalami apa-apa, ada saja alasan untuk mengatakan, “Mumpung lagi pengin.”
Kalau dipikir-pikir, kapan terakhir kali kita membeli sesuatu karena benar-benar membutuhkannya, bukan karena sedang ingin merasa lebih baik?
Penelitian Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada terhadap 384 responden Gen Z menunjukkan bahwa makanan menjadi bentuk self-reward yang paling banyak dipilih, yaitu 42 persen. Setelah itu, 33,5 persen responden memilih membeli barang, sementara 24,5 persen memilih aktivitas yang tidak membutuhkan pengeluaran seperti tidur atau menonton. Data tersebut menunjukkan bahwa memberikan hadiah kepada diri sendiri memang sudah menjadi bagian dari cara sebagian Gen Z menikmati hidup.
Yang menarik, masalahnya ternyata bukan sekadar soal seseorang tidak bisa mengatur uang. Kita bisa saja tahu bahwa menabung itu penting. Kita bisa tahu perbedaan kebutuhan dan keinginan. Kita bahkan mungkin sudah membuat catatan pengeluaran di aplikasi atau spreadsheet. Tetapi pengetahuan itu kadang kalah ketika emosi sedang berbicara.
Saat sedang lelah, rasanya Rp50 ribu untuk makanan bukan masalah besar. Saat sedang stres, membeli barang Rp100 ribu terasa seperti cara paling mudah untuk membuat suasana hati membaik. Setelah transaksi selesai, memang ada rasa senang. Tetapi beberapa hari kemudian, ketika membuka rekening dan melihat saldo mulai menipis, muncul pertanyaan lain:
“Kenapa kemarin aku beli, ya? Kalau dipikir-pikir, sebenarnya nggak perlu juga.”
Media Sosial Membuat Kita Sulit Berhenti Membandingkan
Masalahnya, kita hidup di zaman ketika keinginan untuk membeli sesuatu tidak pernah benar-benar berhenti datang.
Buka TikTok, ada rekomendasi makanan.
Buka Instagram, ada tempat nongkrong yang terlihat menarik.
Scroll marketplace, ada diskon.
Lihat konten orang lain, mereka sedang liburan.
Ada yang membeli sepatu baru, ada yang mencoba restoran baru, ada yang konser, ada yang staycation.
Tanpa sadar, kita mulai merasa bahwa hidup juga seharusnya seperti itu. Media sosial membuat berbagai bentuk kesenangan terlihat begitu dekat. Tinggal klik, pesan, bayar, lalu barang atau pengalaman yang diinginkan menjadi milik kita. Belum lagi sekarang pembayaran semakin mudah. QRIS ada hampir di mana-mana. Mobile banking bisa digunakan dalam hitungan detik. Marketplace menawarkan berbagai promo. Bahkan ketika uang di rekening belum cukup, masih ada pilihan paylater. Akibatnya, batas antara “aku mampu membeli” dan “aku mampu membayar cicilannya” menjadi semakin tipis. Padahal, dua hal tersebut jelas berbeda.
CERI188 – Daily Wins Mega Gacor merupakan situs permainan terbesar di Indonesia yang menawarkan pengalaman bermain yang tiada duanya. Beragam permainan game, antarmuka pengguna yang ramah, navigasi yang lancar, serta langkah keselamatan dan keamanan tingkat tinggi menjadikan CERI188 – Daily Wins Mega Gacor.pilihan terbaik bagi para penggemar permainan online.Salah satu fitur menonjol CERI188 – Daily Wins Mega Gacor adalah banyaknya pilihan permainan game. Pemain dapat memilih dari ratusan pilihan permainan dengan tema berbeda sesuai selera. Selain itu, antarmuka pengguna situs permainan ini dirancang agar mudah digunakan dan sangat lancar dinavigasi.